SELAMAT DATANG


Sabtu, 20 Februari 2010

artikel

Berwawasan Internasional Berbudaya Lokal

Nanti aku dapati rumah-rumah Joglo yang tadinya kami tinggali, terpampang elok didepan kami. Tidak sebagai rumah singgah kami, tetapi sebagai gambar disampul buku kami, atau sekedar hiasan dirumah elite kami yang baru. Nanti kami akan pergi kenegara-negara Eropa untuk sekedar melihat Gamelan. Karena memang dinegara kami, Gamelan sudah hilang entah kemana. Nanti kami juga kehilangan hanacaraka kami, dan kami malah sibuk mencari bahasa orang lain. Bahkan nanti kami lupa siapa jati diri kami yang sebenarnya. Kami lupa, tanah yang mana yang telah menghidupi kami.
Tetapi dengarlah kawan, semua itu masih nanti. Kita bisa mengubah nanti kita menjadi lebih baik. Kita bisa mengubah mulai dari kini, dan bukan nanti. Mulai dari mana kawan…? Mulai dari diri kita. Kita orang Jogja, kita orang Jakarta, kita orang Papua, kita orang Batak, kita orang Kalimantan dan orang manapun kita, kita tetap Indonesia. Kenali Budaya Lokal kita. Biarkan budaya luar yang mengikuti kita, bukan kita yang mengikuti budaya luar. Toh, kita masih bisa berbahasa inggris tanpa kita meninggalkan bahasa Indonesia atau bahasa jawa. Kita bisa bermain band dipadukan dengan Gamelan. Kita bisa mengetahui sejarah dunia, tanpa harus meninggalkan bahasa kita. Kita ambil jalan tengah untuk yang terbaik, yaitu Berwawasan internasional Berbudaya lokal.
Jangan sampi kita merasa marah apabila ada salah satu kebudayaan kita diambil Negara lain, yang bahkan kita tidak merasa memiliki, menjaga, dan melestarikan kebudayaan kita.
So, save our culture save our soul…!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar